Antara iya dan tidak terjadi tanpa adanya teguran
Seorang tabib datang dalam mimpi
Dia mengajakku ke suatu goa
Di dalamnya aku diajak berbicara
Di dalamnya aku disuruh berdiam diri
Sampai lelah hati ini menegakkan kepala
Akhirnya berjejaklah aku keluar dengan tubuh sempoyongan
Entah apa yang t’lah dia berikan
Aku jadi tersadar
Bahwa wanita yang kamu sayangi saat ini
Adalah wanita terindah yang pernah kau miliki
Adalah wanita terbaik yang pernah kau sayangi
Dan tabib berkata…
“ Janganlah kau bersikap kasar kepadanya, cobalah kamu bersikap seperti Ibumu bersikap kepada dirimu, dia tak lebih hanya seorang manusia yang adakalanya berbuat salah. Ingat dia akan menyayangimu, apabila kamu sungguh-sungguh menyayanginya “…
This entry was posted
on 18 Mei 2009
at 5:33 AM
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
