Mereka menyebutku jalang
Menuntun malam demi malam
Menanti yang datang untuk menjamahku
Ini memang takdirku
Untuk mendapatkan selembar kertas
Tak khayal aku berdiam diri
Tubuhku yang selalu digerayangi
Saban hari aku selalu tertunduk
Meneteskan air mata namun tetap tegar
Kata mereka aku hina
Kata mereka aku biadab
Namun bagiku inilah jalan hidupku
Dan bagiku inilah nafkahku
This entry was posted
on 12 Juni 2009
at 7:45 AM
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
